Tulungagung ,- Anggaran desa Untuk Sejumlah pekerjaan Proyek
desa Kedoyo disinyalir banyak penyunatan dan tidak sesuai RAP. Hal ini jelas
membuat sejumlah titik pekerjaan tidak berumur panjang alias rusak. Jauhnya
medan desa dari Kota membuat sejumlah pejabat Pemkab Tulungagung enggan lakukan
sidak.Alhasil banyak dugaan penyimpanggan desa Tersebut Luput dari pengawasan.
Proyek pembangunan, rehabilitasi, peningkatan akses jalan
dan fasilitas umum di beberapa lokasi ada yang sudah rusak meski masih dalam
masa pemeliharan.
Dari keterangan sejumlah tokoh pemuda desa Kedoyo kepada
awak media menjelasakan, banyak proyek dikerjakan asal - asalan oleh pejabat
berwenang desa. Nominal anggaran disinyalir di mark up oknum perangkat desa
tanpa memikirkan hasil yang baik, masak plengsengan sek sak umur jagung di
injak kaki aja sudah jebol, saya yakin adonan serta material sengaja dikurangi
untuk dapatkan untung besar," ujar KM.
Dari pantauan dilapangan memang ada sejumlah proyek tanpa
dipasang Papan Board (tulsian anggaran) dan rusaknya sejumlah proyek desa yang
masih seumur jagung.Beberapa plengsengan tampak sudah rusak, proyek tanah
lapangan yang sama sekali tidak bisa di nikmati oleh warga Kedoyo.
Pengakuan salah satu warga mengatakan, kalau ditanya soal
anggaran proyek, beberapa warga ketakutan akan nantinya ada intimidasi, saya
jelase takut kalau mau lapor soal dugaan penyimpangan proyek desa, wedi di
ancam di Ukir (santet) oleh pak SRT mas," ujar MG.
Lebih lanjut MG menambahkan, pak ANDK dan oknum perangkat
desa nya aja jarang ngantor kalau ada masalah warga kayak dibungkam,
diintimidasi," pungkas MG.
Dikonfirmasi atas dugaan penyimpangan sejumlah Proyek Kades
Andik mengatakan, sampean datang ke kantor saja mas, dan soal penjualan tanah
pak Bejo sampean wa langsung Kasun saja," ujar Kades.
Dikonfirmasi soal penjualan tanah secara ilegal milik Bejo,
Carik SRT belum bisa dikonfirmasi.Bersambung uangkap sejumlah "Borok"
desa Kedoyo.(RED)


0 Komentar